BRMP Penerapan Lakukan Survei Awal KMP ICARE, Perkuat Implementasi ICARE di Lampung Selatan
Lampung Selatan, 2 Mei 2026 – Kegiatan koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting dalam memastikan keberhasilan program pembangunan pertanian berbasis kebutuhan lapangan. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan kegiatan koordinasi antara Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Penerapan) bersama BRMP Lampung dengan para stakeholder terkait dalam rangka penentuan lokasi pelaksanaan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) ICARE, baseline survey, serta identifikasi permasalahan pertanian yang berlangsung pada 28 April hingga 2 Mei 2026 di Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak strategis, di antaranya BRMP Lampung, Dinas Pertanian Provinsi Lampung, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Candipuro, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani dalam mendorong pembangunan pertanian yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari program ICARE, Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) merupakan pendekatan inovatif yang bertujuan mempercepat adopsi teknologi dan praktik pertanian modern di tingkat petani. KMP berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang mengintegrasikan pendampingan teknis, diseminasi inovasi, serta solusi atas permasalahan pertanian berbasis kondisi spesifik lokasi. Melalui pendekatan ini, diharapkan produktivitas dan efisiensi usaha tani dapat meningkat secara berkelanjutan.
Berlangsung di dua wilayah sentra pertanian, yakni Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Candipuro, kegiatan ini diawali dengan koordinasi intensif bersama stakeholder terkait. Diskusi dilakukan untuk menyepakati lokasi yang tepat sebagai titik pelaksanaan program KMP ICARE, sekaligus menyelaraskan peran masing-masing pihak dalam mendukung keberhasilan program.
Selanjutnya, tim melakukan survei lahan di kedua kecamatan untuk menentukan lokasi yang potensial dijadikan demplot (demonstration plot). Peninjauan langsung ke lapangan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian kondisi lahan dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga intervensi yang diberikan dapat optimal dan tepat sasaran.
Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan pengambilan sampel tanah di lahan sawah di Kecamatan Sidomulyo. Analisis sampel tanah ini menjadi dasar penting dalam mengetahui kondisi kesuburan tanah serta menentukan rekomendasi teknis yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Sebagai bagian dari pengumpulan data awal, dilakukan pula baseline survey melalui penyebaran kuesioner kepada perwakilan petani di kedua kecamatan. Data yang diperoleh dari survei ini akan menjadi acuan dalam mengukur dampak program ke depan, sekaligus memahami kondisi awal yang dihadapi oleh petani.
Kegiatan semakin komprehensif dengan adanya diskusi langsung bersama petani. Dalam forum ini, para petani menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, mulai dari kendala teknis budidaya, ketersediaan sarana produksi, hingga tantangan pemasaran hasil pertanian. Diskusi ini menjadi wadah penting untuk menggali aspirasi petani sekaligus merumuskan solusi yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi lokal.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan program KMP ICARE di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Sinergi yang terbangun antara berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.